Tips Memakai Popok Sekali Pakai pada Anak

Popok atau Diapers, menjadi salah satu sahabat ibu dalam menemani hari-hari anak. Idealnya, memakai popok cukup saat anak bepergian saja agar tidak rieweh saat anak Pipis atau BAB. Karena jika dipakaikan terus menerus, ini bisa menyebabkan anak terkena ruam popok bahkan iritasi.

Kalau di kota, mungkin pemakaian popok adalah hal wajar bagi ibu modern. Namun tidak selalu jika kamu tinggal di pedesaan. Hal ini bisa saja membuat kamu di cap sebagai ibu yang malas. Tapi itu tidak masalah. Toh, ibu yang lebih tau keadaan dirinya. Memakai popok pada anak tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi ibu dan anak itu sendiri.

Ada beberapa alasan kenapa ibu memakaikan popok pada anak, diantaranya:

1. Mengurangi cucian

memakai popok bisa menjadi solusi untuk mengurangi cucian
Bagi ibu pekerja, cucian menumpuk tentu saja menjadi masalah sendiri mengingat jadwal ibu yang sudah padat merayap. Apalagi jika mesti mencuci pakaian yang sudah terkena kotoran. Tentu ini cukup memakan waktu. Maka memakai popok sekali pakai adalah solusi. Tinggal sobek popoknya, dan buang. Ibu tidak perlu lagi membuang kotoran di celana lalu mencucinya, kan? Lebih hemat waktu dan tenaga

2. Menghemat air

sebagian rumah tangga yang kesulitan air memilih popok untuk menghemat air
Kondisi air di tiap rumah juga berbeda. Ada yang aliran air nya lancar, namun ada juga yang sulit mendapatkan air. Ada yang air di rumahnya bersih, namun ada juga yang keruh dan berbau.

Memakai popok pada anak adalah solusi untuk mengurangi air yang terbuang jika stok airnya sedikit. Juga jika airnya kotor, memakai popok juga jadi jalan ninja, untuk mengurangi polusi air atau pencemaran air yang mungkin akan menempel pada celana anak/bayi.

3. Mengurangi bau tak sedap di rumah

Bayi atau anak yang masih dibawah umur 3 tahun, biasanya belum sepenuhnya mengerti untuk BAB/BAK di WC. Memakai popok menjadi solusi juga untuk mengurangi bau tak sedap dalam rumah terutama oleh bau pipis anak. Apalagi bau pipis di kasur cukup menganggu istirahat. Maka memakaikan popok sebelum anak tidur juga menjadi cara ibu agar pipis si anak tidak langsung meresap di kasur

Nah, ketiga kondisi ini lah yang menjadi alasan utama kenapa ibu memilih popok sebagai sahabat anak meski pun saat di rumah. Meski begitu, ada beberapa hal yang Bunda harus tau dan diperhatikan saat memakai popok pada anak. Apa saja?

1. Pastikan tangan bersih sebelum memakaikan popok pada anak

Pastikan tangan bersih sebelum memakaikan popok pada anak
Paling tidak aman dari berbagai noda dan kotoran, ya bund. Karena kita tau sendiri kulit anak terutama bayi itu sangat tipis dan sensitif. Menjaga kebersihan tangan sebelum memakaikan popok pada anak, sama hal nya dengan menjaga kebersihan anak kita sendiri.

2. Sesuaikan ukuran popok dengan usia anak

pilih ukuran popok sesuai berat badan anak (jangan terlalu ketat dan jangan terlalu longgar)
Pastikan popok tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar ya Bund. Pada merk popok, biasanya tertulis berat badan anak dengan ukuran popok yang cocok dengan berat badan anak tersebut. Apabila di lingkar pinggang dan paha anak sudah ada bekas karet popok, mungkin itu sudah waktunya popok anak Bunda di ganti ke ukuran yang lebih besar.

3. Beri jeda dalam pemakaian popok (jangan terus menerus)

beri jeda pemakaian popok pada anak biar kulitnya bernafas
Meski ibu bekerja sekali pun, tetap beri waktu kepada kulit anak untuk bernafas tanpa memakai popok. Bisa diganti dengan memakai celana dalam khusus anak saja. Popok tentu membuat gerah dan sesak pada anak. Maka perlu untuk beberapa saat memberhentikan pemakaiannya.

4. Pastikan penis anak berada di posisi yang benar

Untuk anak laki-laki, pemasangan popok harus diperhatikan juga dengan posisi penisnya. Pastikan penis anak sudah berada di bawah agar saat ia pipis, aliran urinnya berjalan dengan lancar. Jangan mereng ke kanan-kiri apalagi justru penis menghadap ke atas. Bisa membahayakan saluran kemih anak

5. Jangan pakaikan bedak saat menggunakan popok

Orang tua zaman dulu, kerap memakaikan popok pada anak. Alasannya biar anak wangi, juga biar tidak terjadi ruam. Padahal justru sebaliknya. Ini tidak dianjurkan dalam kesehatan. Karena kandungan bedak bisa saja tidak cocok pada kulit bayi yang lebih sensitif. Dapat mengakibatkan iritasi kulit. Juga dapat membuat bedak menggumpal di lubang kemaluan anak sehingga mengganggu aliran pipisnya.

6. Ganti popok merk lain jika terjadi ruam atau iritasi

Sebagian anak memang tidak cocok dengan merk popok tertentu. Maka ganti lah dengan merk popok yang lain yang membuat anak nyaman. Pilih popok yang tidak menggunakan alkohol juga tidak menggunakan pewangi

7. Perhatikan posisi tali pusat jika belum lepas

jangan tutupi tali pusat dengan popok agar tali pusat cepat kering
Jika masih newborn, maka posisi tali pusat perlu diperhatikan saat memasangi popok. Jangan sampai tali pusat tertutup, karena tali pusat harus sering terkena udara biar cepat kering dan lepas.

8. Ganti popok 2-3 jam sekali atau saat popok kotor dan penuh

Hal ini tergantung usia anak juga, sih. Pengalaman aku pribadi, saat anak newborn, aku tidak memakaikan popok pada anak karena ritme pembuangannya yang sering meski sedikit-sedikit. Jadi pake popok kain yang khusus untuk bayi newborn aja karena khawatir kulit tipisnya ke infeksi. Nah, saat dia udah mulai besar, minimal setelah 6 bulanan, aku udah mulai rajin nge-make-in dia popok sekali pakai. Di usia ini kan dia juga udah MPASI. Jadi bau pipisnya lebih menyengat dibanding saat dia cuma ASI Ekslusif 6 bulan. Apalagi perlahan dia udah nggak make kasur bayi lagi. Cuma makein tikar khusus bayi aja di atas kasur bersama. Tak jarang pipisnya meleber kemana-mana.

Dan makin besar dia, akhirnya popok jadi makin rutin dipakai. Aku juga nggak ideal banget harus 2-3 jam ganti popok. Kira-kira aja, kalau popoknya udah berisi banyak (nggak mesti penuh), ya aku ganti. Atau saat popoknya masih isi sedikit tapi udah cukup lama dipake, tetap aku lepas. Karena mikirnya dia pasti risih dan gerah. Dan sekarang Rendra anakku udah 2 tahunan lebih. Udah jarang dipakaikan popok. Pakenya cuma saat bepergian aja.

Nah, itu beberapa tips yang bisa aku bagikan ke Bunda yaa mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan saat memakai popok pada anak. Semoga bermanfaatšŸ˜Š

Sumber:
  • https://hellosehat.com/parenting/bayi/perawatan-bayi/mengganti-popok-bayi/

15 komentar

  1. perlu rutin untuk ganti popok bayi apalagi kalo debay-nya udah mulai aktif. biar gak cepet kena iritasi dan tetep bersih

    BalasHapus
  2. Memang bagusnya penggunaan popok pada anak, disesuaikan situasi dan kondisi ya, Mbak. karena tiap orang berbeda. Dan paling penting itu, yang paling tahu sikon kita, ya kita sendiri. Kalau sudah begitu, maka penggunaan popok pada anak akan lebih terasa manfaatnya.

    BalasHapus
  3. Informatif sekali nih tentang pemakaian popok pada anak. Pastinya jika dipakai dengan tepat maka anak pun semakin nyaman beraktifitas yha. Itulah pentingnya rutin diganti oleh para orang tuanya nih.

    BalasHapus
  4. Benar cucian numpuk saat musim hujan .popok masih pada basah. Mendingan beli popok sekali bilas.

    BalasHapus
  5. Oke. Siap. Siap. Urusan popok emang kadang bisa jadi alasan para tetua ngatain ibunya pemalas sih.
    Mending emang menulikan telinga sih. Karena memang benar yang tahu keadaan bayi ya ibunya.

    BalasHapus
  6. Ternyata alasan bermanfaatnya pemakaian popok seperti itu ya, bisa dibilang praktis.
    Apalagi juga kalau lagi pas bepergian, soalnya dulu ponakan daku masih bayi begitu juga hehe

    BalasHapus
  7. Pake popok kain dulu anakku juga mbaa pas bayikk sama cloudy dingg trus pas udah agak besaran dan bisa diajak kemana2 baru pake popok sekali pakai pas keluar gitu

    BalasHapus
  8. setuju nih, pakai popok pada anak itu pilihan ortunya, pilihan ibu tepatnya yang lebih tau kondisi dirinya dan juga anaknya.
    udah setengah tahun ini bye popok karena bocah udah lepas popok hihih

    BalasHapus
  9. Yupp setujuu popok sekali pakai itu emang praktis tapi harus diperhatikan waktu penggunaannya supaya kulit anak tidak lembab.

    BalasHapus
  10. Lebih praktis juga sih kalau anak pake pampers, terutama saat mereka belum mendapatkan toilet training ya. Cuma memang mesti perhatiin untuk ada ruam atau nggaknya

    BalasHapus
  11. banyak manfaatnya ya pakai popok sekali pakai, hemat tenaga juga hihi. Tapi emang harus cari popok yang cocok dan nyaman buat bayi yaa

    BalasHapus
  12. banyak manfaatnya ya pake popok sekali pakai, hemat tenaga juga, tapi mesti selektif yaa sama produk2 popoknya buat bayi

    BalasHapus
  13. Anak pertamaku bener-bener jarang banget pakai popok karena kulitnya sangat sensitif. Padahal uda diakalin pakai krim popok, pakai minyak kelapa, tapi tetep kalo pakai popok kulitnya suka memerah. Pernah aku lagi kurang badan, meski merah, tetep aku pakein popok.

    Akhirnya ruam dan makin parah.
    Huhu..akhirnya kami memutuskan untuk mengganti dengan celana biasa. Memang repot dan cucian banyak, namun keadaan bener-bener gak memungkinkan.

    Seru membahas mengenai dunia per-popokan dengan segala lika-likunya ya..

    BalasHapus
  14. Jadi ingat bertahun-tahun yg lalu menjadi konsumen tetap popok anak. Sekarang sudah betul-betul bebas dan gak kepengin jadi konsumen lagi, hehe. Meskipun kayaknya sederhana saja, makein popok bayi /anak gak bisa sembarangan biar si Kecil juga nyaman.

    BalasHapus
  15. Pakai diapers emang banyak banget manfaatnya ya bun. Apalagi gak perlu ribet dengan bau pesing dan capek nyuci. Cuma ya gitu, pengeluaran makin banyak hehe

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik-baik ya teman-teman. :-)

I'm Part Of:

I'm Part Of: