Si Kecil Digigit Tungau? Jangan Cemas, Bund. Lakukan Hal Berikut Ini! (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)


Hallo Bunda, apa kabar? Lama tak menyapa. Hehe..

Nah, kali ini aku mau sharing seputaran tips permasalahan anak.  Lebih tepatnya based on true story, sih. Cerita pengalaman aku sendiri saat menghadapi anak yang didigit Tungau. Hehe.. Tungau merupakan ninatang/Serangga yang ukurannya sangat kecil.  Nyaris tak terlihat oleh mata.

Tragedi Air PAM Mati

Cerita ini cukup lucu dan menggelikan. Tapi juga cukup membuat cemas dan khawatir.

Berawal dari tragedi air PAM di tempat kami mati. FYI, Rata-rata daerah kami sumber airnya berasal dari air PAM yang tiap bulan rutin kami bayar. Nah, tragedi mati PAM ini hal biasa sih. Penyebabnya basa karena ada kerusakan atau pecahnya pipa air PAM. Namun khusus di desaku, paling lama itu 3 hari-an. Tapi kali ini lebih lama. Sampai semingguan. Hal ini memaksa kami mencari sumber air lain. Yap! Air adalah sumber kehidupan. Kebutuhan primer tiap manusia.

Ada 2 opsi sumber air yang bisa jadi alternatif. 

Pertama, mandi air Luas. Yaitu air Sungai yang cukup jauh dari rumah, juga medannya yang sulit karena naik turun tebing. 

Kedua, mandi air Miang. Yaitu air yang mengalir kecil. Gimana ya jelasinnya? Aku juga bingung. Hmm. Kata Suami, sih. Air ini asalnya juga dari air Luas. Cabangnya kali, ya. Ntahlah. Nanti kita klarifikasi lagi. Wkwk

Nah, lokasi air Miang ini ada di belakang rumah. Jalan 5 menitan aja sampai. Agak semak dikit karena jarang dilewati. Jalan ke air Miang ini, sama dengan jalan ke kebun masyarakat.

Karena lokasinya yang cukup dekat dan tidak banyak tantangan, kami memutuskan untuk mandi sana saja sementara air PAM belum hidup. Dan banyak juga masyarakat lainnya yang mandi, nyuci piring, nyuci pakaian, hingga ngangkut air di pagi dan sore hari. Tak terkecuali aku mengajak Rendra anakku yang sebentar lagi umur 2 tahun. Tentu saja dia senang. Mandi hujan aja dia riang banget. Apalagi terjun langsng ke sungai kecil yang airnya sedikit deras dan dangkal.

Baca juga: Ramuan herbal untuk mengatasi batuk anak

Semua berjalan lancar. Hingga di sore terakhir kami mandi air Miang.

Alhamdulillahnya sore itu sebelum magrib air PAM hidup dan kami mulai mengisi bak air dan mandi di dalam rumah. 

Digigit Tungau

Malam hari Rendra mulai garuk-garuk di area kemaluan. Aku udah mulai curiga, sih. Aku mulai cek-cek area kemaluannya tapi tidak ada apa-apa sepenglihatan ku. Esok hari dia juga masih garuk-garuk. Tapi aku mau cek secara detail, si Rendra nggak nyuruh mungkin dia merasa risih. Akhirnya aku biarin aja. Lalu dia ikut aku kerja di desa sebelah. Ada pula tragedi ia jatuh dari kursi dan kursi itu pas kena di area kemaluannya. Aku begitu cemas. Langsung aku bawa ke kamar kantor untuk aku tenangkan. Dia mulai tenang. Dan aku ngecek celananya. Aku benar-benar shock waktu liat penisnya udah membengkak. Ada sebesar jempol tangan. Aku cemas takut kenapa-kenapa kalau sampai jatuh dari kursi tadi. Aku WA Suami yang lagi kerja. Katanya bisa jadi itu karena Tungau.

Baca juga: Membentuk karakter anak

Singkat cerita kami pulang. Sorenya Suami juga pulang. Ia cek kemaluannya tapi masih belum ketemu. Tapi beliau udah yakin penisnya digigit tungau. Langsung minta Mak (mertua) carikan daun sirih. Tangkai daun sirih tersebut untuk mengambil tungau. Lalu butir padi, tapi masih belum tau dimana tungaunya.

Malam hari setelah Magrib, di cek lagi baru lah ketemu. Tepat di belakang penis di dekat skrotum (buah zakar). Halusssss banget. Warna merah seperti titik. Kami berusaha membuangnya tapi tak berhasil. Belum lagi kendalanya Rendra yang terus nangis kalau mau diambil. Mungkin karna dia cemas. Jadinya nggak berhasil di buang.

Malam hari ia nggak bisa tidur karena gatal. Aku juga pasti cemas donk. Gimana nih? Mau diapain, nih? Apa obatnya nih? Gimana kalau gatalnya nggak nyaman-nyaman? Gimana kalau bengkaknya nggak kempes-kempes? Pasti Rendra kesiksa banget fikirku.

Aku searching di internet. Dan dapat info yang cukup melegakan. Akhirnya aku bisa sedikit tenang dan tinggal menenangkan Rendra lagi. 2 hari kemudian gigitannya udah sembuh dan Rendra nggak garuk-garuk lagi.

Nah, berdasarkan pengalamanku tersebut, aku dapat menyimpulkan beberapa hal. Terutama tindakan kita sebagai orang tua saat si kecil terkena gigitan Tungau ini.

Ada beberapa yang harus orang tua lakukan saat anak tergigit tungau, yaitu:

1. Bersihkan area kemaluan anak, tangan, dan kaki dengan sabun. Siram dengan air bersih terutama air mengalir

2.  Segera bersihkan tempat tidur, atau pakaian si kecil dan orang tua. Takutnya masih ada Tungau yang menempel.

3. Jangan biarkan anak menggaruk bagian penisnya karena ini bisa menyebabkan penis lelah, luka, atau iritasi. Cukup di elus-elus saja bagian yang gatal agar anak sedikit merasa nyaman.

4. Jangan pakaikan popok pada anak karena dapat membuat penisnya makin lelah dan bertambah merah

Baca juga: Agar anak tidak menggigit saat menyusui

5. Jangan memberi obat apapun atau olesan apapun. Karena kulit anak sangat tipis dan sensitif terutama di bagian kemaluan. Jika salah, malah akan memberi sensasi terbakar di kemaluan anak

6. Usahakan mengambil tungau yang menempel tersebut pake tangkai daun sirih. Bisa juga pake butir padi tapi harus hati-hati karena sifatnya runcing. Jangan sampai anak terluka. Oya, tangan kita juga pastikan sudah dicuci dan bersih.

7. Jika tidak bisa diambil, Tungau yang menempel di Mr.P anak akan terlepas dengan sendirinya, jadi tidak perlu cemas.

8. Bawa anak ke Bidan/Dokter terdekat. Mungkin anak akan diberi obat untuk mengurangi rasa gatal.

9. Biasanya bengkakan akibat gigitan binatang Tungau ini akan mengempes dengan sendirinya. Tapi jika dalam 3 hari tidak juga mengempes malah makin bengkak dan merah, segera hubungi dokter anak untuk ditangani lebih lanjut.

Nah, begitulah Bunda, Pengalaman lucu sekaligus bikin cemas kali ini dengan si kecil ku. Hehe.. Dan juga tipsnya kalau suatu saat anak tergigit Tungau. Tapi jangan sampai lah ya terjadi. Kasian banget pokoknya. Digigit nyamuk aja bahaya apalagi binatang sejenis tungau, kan..

Stay Healthy ya Bunda dan Buah HatišŸ„°


16 komentar

  1. Saya bisa merasakan saat PAM mati, Mbak. Waktu itu pas banjir Jakarta, walau rumah saya tidak kebanjiran, tapi listrik dan PAM mati. susahnya nyari air. Untung masih ada kontrakan yang pake sumur dan pompa tangan.

    Dan saya belum pernah lihat tungau ini, Mbak. Dan akrena ukurannya kecil, maka harus segera dicari dengan teliti ya, Mbak.

    BalasHapus
  2. Tungau kalau di kasur biasanya di jemur aja Bun .nanti mati deh tungau

    BalasHapus
  3. ponakanku beberapa kali pernah kena tungau ini, meski ga selalu di kemaluannya, kadang di selangkangan atau di ketiak.
    tips diatas memang efektif mba, keren

    BalasHapus
  4. Kalau di kampung saya, istilahnya tongo. Bikin merah dan sakit. Iya ngambilnya pakai ujung sirih atau kalau di kami pakai apu, alias kapur yang sudah dikasih air

    BalasHapus
  5. Sedih ya kalau air PAM mati. Saya pernah mengalami waktu masih di Papua, air PAM mengalir 2 hari sekali. Akhirnya suami membuat tandon supaya tidak kehabisan air. Kalau harus lari ke sungai juga takut karena kondisi di Papua yang menyeramkan. Dan masalah tungau, memang anak kecil sangat rentan digigit tungau. Cara diatas sangatlah tepat untuk menghilangkan tungau dari tubuh anak...

    BalasHapus
  6. Ya Allah kasian sekali si kecil digigit rungai, alhamdulillah bisa teratasi ya . terimakasih informasinya bermanfaat

    BalasHapus
  7. Air Miang sepertinya kalau didaerahku namanya parit kali yaaa, hemm Tungau ini memang kadang gak kasat mata yaa mbak, tiba-tiba aja sudah kegigit. Sip, catet beberapa cara untuk mengatasinya.

    BalasHapus
  8. Tungau ini biasanya yang bau banget itu kan ya kak? Sering dengar juga orang-orang sebut hewan ini. Pastinya enggak nyaman kalau sudah digigit yakk. Tips bermanfaat buat para bunda dan pastinya engga perlu cemas lagi nih.

    BalasHapus
  9. Sehat-sehat selalu ya dede Rendra, jadi bikin deg-degan juga bacanya.
    Alhamdulillah bisa teratasi dan tipsnya pasti bermanfaat nih buat yang membutuhkan dan sebagai masukan juga

    BalasHapus
  10. Aduh, kalau urusannya sama Tungau ini ampun-ampun ya. Sudahnya gatal banget dan bisa menimbulkan luka juga di banyak bagian kulit kalau tungaunya kebetulan banyak. Thanks sudah berbagi ya, Kak, jadi tahu juga cara mengatasinya.

    BalasHapus
  11. Wah iya, dulu waktu kecil klo blusukan gitu sering kena tungau. Dulu ngambilnya pake getah, tapi lupa getah apa ya. Dan mmg gatal banget si tungau ini

    BalasHapus
  12. duh ngeri banget ya ternyata, gak keliatan hewan kecil gini dan akibatnya bisa parah ternyata huhu

    BalasHapus
  13. Wah iya, perlu banget tips ini
    Biar saat si kecil digigit Tungau, ibu jadi tahu harus berbuat apa
    Thanks for sharing mbak

    BalasHapus
  14. Nah iya mending jangan sampai anak-anak kena gigitan tungau aja ya mba. Tungau meresahkan, sulit terlihat. Tapi kalau someday keponakanku kena tungau, aku udah punya solusi step by step biar mamaknya gak panik nih dari mbanya

    BalasHapus
  15. Justru aku yang pernah digigit tungau. Rasanya seperti terbakar. Sampe luka gitu ya. Duh jangan sampe deh kena lagi. Makasih tipsnya.

    BalasHapus
  16. Waduh aku ngeri bayanginnya. Kasihan Rendra, pasti jadi rewel ya. Namanya juga digigit tungau ya, Nak. Syukurlah Ayah dan IBunya siaga semua jadi cepat tertangani

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik-baik ya teman-teman. :-)

I'm Part Of:

I'm Part Of: