Senandung Sajak Gurutta dalam Novel Rindu



"Wahai laut yang temaram, apalah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami.

Wahai laut yang lengang, apalah arti kehilangan? Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula  saat menemukan.

Wahai laut yang sunyi, ,apalah arti cinta? Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?, bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai laut yang gelap bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan  saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja"

Tidak ada komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik-baik ya teman-teman. :-)

Blogger Perempuan Network

Blogger Bengkulu