Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak dalam Kandungan

 


Hai semuanya, siapakah bunda-bunda disini yang sedang hamil? Atau istrinya sedang hamil? Udah diajak ngobrol belum anaknya bund? 

Nah, ternyata membangun komunikasi dengan anak itu perlu sedini mungkin lo bund. Sejak ia dalam kandungan.

Saya beberapa kali baca pengalaman seseorang mengenai komunikasi dengan anak dalam kandungan. Ternyata, apa yang kita bicarakan dengan anak, terkadang ia respon loh. Karena anak, ia sudah merasakan apa yang ibu rasakan meski belum lahir. Ia mengerti meski belum mampu berucap.

Baca juga: Memahami tentang keputihan

Saya pribadi pun pernah mengalami sendiri. Saat itu periksa kandungan ke bidan. Waktu hamil trimester ketiga. Saat di cek ternyata bayi saya posisi kepalanya lintang. Wahh.. It's mean, jika terus lintang gak balik ke posisi normal, berarti gak bisa lahiran normal. Harus SC. Lalu bidan menganjurkan periksa USG ke dokter. Kami memutuskan minggu depan periksa. Dan selama masa itu, aku ajak terus si dedeknya ngobrol. "Yuk balik posisi normal yuk, Dek. Nanti pas usg dedek yang normal ya, Nak" sambil di elus-elus perutnya dan perbanyak sujud. Dan Alhamdulillah waktu USG posisinya udah normal lagi. Ya Qadarullah meski pada akhirnya aku tetap SC karena sungsang tak terduga.

Pernah juga ngajak ngobrol biar dia gerak. Dan direspon donkk. Si dedeknya gerak.

Nah, kenapa kita harus membangun komunikasi dari dalam kandungan dengan anak? Karena ia memiliki beberapa manfaat bagi bayi jika rutin dilakukan. Diantara manfaatnya, yaitu:

1. Membangun bonding antara ibu dan anak

2. Membuat bayi tenang

3. Bayi belajar mengenali suara ayah dan bundanya

4. Menstimulasi perkembangan otak bayi

5. Merangsang pendengaran bayi

Apa saja yang bisa kita obrolkan dengan bayi?

1. Menceritakan kegiatan sehari-hari

2. Mengajaknya membaca doa

3. Menceritakan pekerjaan ayah

4. Katakan kita bahagia dia ada di perut dan sangat manantinya lahir, dan masih banyak lagi.

Selain mengajak bayi bicara langsung. Ada juga cara lainnya yang bisa dilakukan. 

Lalu apa saja cara yang bisa kita lakukan dalam berkomunikasi dengan janin?

1. Menyanyikan lagu secara langsung

kita bisa menyanyikan lagu yang slow, bisa lagu anak-anak, bisa lagu nasyid atau religi. Nyanyikanlah dengan penuh perasaan dan penghayatan. 

2. Mendengarkan alunan melodi musik 

Ada banyak instrumen musik ya Resep bolu koja legit ng bisa didengarkan di youtube. Bisa juga kita download. Suara melodi musik ini bersifat menenangkan loh. Serta membuat nyaman si bayi.

Baca juga: Resep bolu koja legit

3. Memperdengarkan murattal

Bagi yang beragama Islam, bisa memutar agat-ayat Al-qur'an atau murattal. Bagi yang non-muslim menyesuaikan aja sesuai ajarannya. Hal ini juga berfungsi untuk mengenalkan bayi kepada Tuhannya sedari dini.

4. Memperdengarkan lagu-lagu positif

lagu anak-anak banyak sekali yang positif yang bisa kita perdengarkan ke anak. Lagu-lagu yang mengajarkan kebaikan seperti mencuci tangan sebelum makan, doa sebelum tidur, mengenalkan nama-nama malaikat, nama-nama nabi, dll

5. Mengelus perut

Mengelus perut membuat bayi merasa tenang dan juga mencerdaskan otak bayi loh,  lakukan elusan secara rutin. Namun tetap di atur ritmenya. Karena jika terlalu sering, akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Karena akan mengganggu waktu istirahatnya.

Baca juga: Madrasah Pertama Seorang Ibu

Dan perlu dicatat juga, mengajak bayi mengobrol bukan cuma tugas bunda ya. Tapi juga ayah. Ayah juga mesti sering mengajaknya bicara, dan mengelus perut bunda.  Jika ayahnya masih canggung mengajak dedeknya mengobrol, bunda bisa membantu bimbing ayah ya bund.

So, yuk ajak janinnya ngobrol bund. Sehat-sehat terus ya bunda dan dedeknya hingga lahiran nanti.  🥰

9 komentar

  1. Baca artikel ini ke ingat waktu pelatihan di holet nala dak mbk kwkwk mengajak bayi literasi sejak dalam kandungan, btw makasih sudah diingatkan mbkk.

    BalasHapus
  2. Pernah baca di buku juga tentang ini, ibu dan ayah yg ngomong dengan bayi dalam kandungan itu baik...

    BalasHapus
  3. Kalau bapakny gimana ngeboundnya ?

    BalasHapus
  4. Benar sekali dek, hal itu sudah saya coba ketika kehamilan Arkana. Dan benar saja, kedekatan saya dan arkan terasa saat ini. Ketika ditanya, arkana selalu komunikatif.

    BalasHapus
  5. Wah asik ya dek, bisa ada temen ngobrol baru. Makin gasabar pengen punya dede bayi juga hihiiii. Salam buat Rendra ya dek neng :))

    BalasHapus
  6. Iya Nengsih, betul. Kalo aku pas lg hamil suka cerita gtu sama Cadebaynya. Kdg malah dia gerak2 gt, kayak ngerti.. ☺

    BalasHapus
  7. betul banget ini...satu-satunya indra bayi yang sudah berfungsi ketika dalam kandungan adalah pendngarannya.

    BalasHapus
  8. Pas hamil aku paling baca buku atau denger musik aja. Bayi juga anteng sih denger suara ngaji.

    BalasHapus
  9. iyah, ini penting banget terlihat sepele yapi efeknya besar loh buat hubungan ibu dan anaknya

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik-baik ya teman-teman. :-)

Blogger Perempuan Network

Blogger Bengkulu