Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas


Hallo Bunda, 

Apakah memiliki anak gadis di rumah yang sedang sekolah SMP atau SMA? Atau adiknya? Atau keponakannya? Atau keluarganya yang lain? 

Nah apakah mereka sudah diedukasi tentang organ reproduksi dan tentang seksualitas? 

Kemaren pada hari Rabu 25 Mei 2022 pukul 09.00 sd 10.00 WIB, aku baru aja ngikuti live streaming youtube KBR yang diselenggarakan oleh KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia nih, dengan tema Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas

Acaranya seru, menarik dan informatif sekali dengan pematerinya sebanyak 3 orang yaitu Westiani Agustin (Founder Biyung Indonesia), Nona Ruhel Yabloy (Project Officers HKSR, NLR Indonesia), dan Wihelimina Ice (Remaja Champion Program HKSR) dan dipandu oleh Rizal Wijaya. 

Adapun isi materinya aku rangkum di bawah ini agar ilmu dan informasi penting tersebut sampai juga ke semua Bunda yang membaca blog ini. 

Nona Ruhel Yabloy


Disini beliau menjelaskan beberapa hal, Diantaranya:

Kenapa harus tau hak reproduksi disabilitas? 

Nona Ruhel mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat menganggap membahas tentang reporoduksi dan seksualitas dengan anak remaja adalah yang tabu untuk dibicarakan. Padahal tidak! Reproduksi bukan hal tabu, anak perempuan harus tau hak akan organ reproduksi mau pun tentang menstrusi. 

Nah, disnilah tugas kita terutama orang tua dan orang dewasa yang harus mengajarkan hal tersebut kepada remaja.

Lalu hal yang harus dikasih tau?

1. Pubertas

Anak harus tahu dan perlu dikasih tahu tentang pubertas yang dialaminya. Misalnya remaja perempuan, ia perlu tau tengang menstruasi, tentang pembalut, dan banyak hal lainnya.

2. Anak diajarkan tentang bagaimana menjaga diri.

Terutama menjaga diri dari kekerasan seksual dan pelecehan. Hal ini bertujuan agar anak tidak takut bersuara atau speak up ketika menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual yang dialaminya.

3. Relationship bagi disabilitas 

Terkhusus buat anak OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) dan Disabilitas, ia juga memiliki hak seperti remaja non disabilitas lainnya. Salah satunya adalah relationship atau hubunga. Baik itu hubungan dengan keluarga, dengan teman, saudara, hingga dengan pasangan. Ia memiliki hak penuh untuk itu.

4. Kebersihan diri

Remaja normal maupun OYPMK dan Disabilitas perlu diajarkan bagaimana ia harus menjaga kebersiha  diri. Misalnya tentang kebersihan diri saat menstruasi, berapa kali ganti pembalut dalam sehari, dll. 

5. Agar tidak terjadi bullying/diskriminasi 

Remaja yang mengalami OYPMK dan Disabilitas cenderung mengalami bullying hingga  diskriminasi. Nah ini adalah tigas orang terdekat yang harus jadi support system buatnya. Bukan malah sebaliknya ikut membully atau mendiskriminasi. 

Westiani Agustin (Founder Biyung Indonesia) 


Disini awal mulanya beliau menjelaskan tenyang Biyung Indonesia. Biyung sendiri dimulai di Jogja pada tahun 2018 yang merupakan sebuah aktivitas dan usaha sosial yang bergerak di lingkup isi perempuan dan lingkungan. Isinya berfokus meningkatkan kesejahteraan perempuan dan kelestarian bumi. 

Adapun latar belakang berdirinya organisasi ini adalah karena mereka ingin mengangkat kata Ibu sebagai sesuatu yang harus dimuliaman, dihormati dan dijaga. 

Karena pada dasarnya, kata biyung itu sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti Ibu. 

Anggota biyung merupakan orang-orang yang sebagian besar bekerja di lingkungan. 

Awal mulanya mereka kerap mendengar orang mengatakan perempuan adalah kontribusi sampah terbesar. Hal itu membuat anggota biyung marah. Karena hal itu terjadi oleh sebab perempuan tidak punya pilihan lain. Terutama dalam hal sampah pembalut. Pembalut adalah kebutuhan pokok. Sehingga dikemudian hari mereka menciptakan pembalut kain untuk mengurangi sampah akibat pembalut. 

Tapi yang bisa mengakses hanya 20% dari populasi wanita saja. Dan mereka yang bisa mengakses pembalut kain adalah mereka yang bisa mengakses informasi dan media sosial. Selain itu kemana? 

Lalu Biyung berinisiatif membuat program edukasi hak menstruasi sehat. Mereka mengadakan donasi pembalut kain gratis untuk dibagikan kepada sekelompok prempuan rentan yang tidak bisa mengakses hak menstruasi sehatnya. 

Wihelimina ice


Beliau adalah seorang anak penyandang disabilitas yang tergabung dalam program NLR Indonesia. Ia berasal dari Labuan Bajo dan menjadi inspirasi bagi OYPMK dan penyandang disabilitas lainnya. 

Nah, gimana Bunda? Bicarakan hak kesehatan seksual dan reproduksi ke anaknya, yukk! Terutama OYPMK dan Disabilitas. Karena mereka juga punya hak atau kesehatan seksual dan reproduksinya. 

17 komentar

  1. Saya juga ikutan acara ini. Materinya berbobot banget deh. Udah gitu temanya antimainstream banget ya. Jarang banget ada yang mengangkat isu soal ini. Pokoknya nggak nyesel deh bisa ikutan live streaming. Maju terus KBR dan NLR Indonesia. Terima kasih atas ulasannya Mba Nengsi

    BalasHapus
  2. Di lingkungan sekitar tempat tinggal ku yang masih beranggapan bahwa membicarakan tentang seksualitas dan organ reproduksi adalah hal tabu. Anak remaja dipaksa memahami sendiri perihal tersebut. Sehingga, kadang banyak yang memiliki pemahaman yang salah sehingga terjebak pergaulan bebas gitu. Ini ngeri sebenarnya.

    BalasHapus
  3. Jadi perempuan itu serba susah. Apalagi orang tua zaman dulu tidak segan mendorong perempuan segera punya anak karena ngebet punya cucu.

    BalasHapus
  4. Berbicara tentang kesehatan seksual dan reproduksi di Indonesia masih dianggap tabu. Padahal pendidikan tentang hal tersebut penting bagi remaja tidak terkecuali bagi disabilitas dan OYPMK Langkah-langkah pencegahan juga perlu konsisten dijelaskan secara spesifik dan detail

    BalasHapus
  5. Sangat inspiratif sekali ini kegiatannya. Terutama buat mereka yang masih awam tentang pembalut kain.

    Betul banget, bahkan di kamar mandi umum masih saja ditemuin yang membuang sampah pembalut ini sembarangan.

    BalasHapus
  6. Kesehatan reproduksi ini penting banget. Bagi remaja yang mulai mengalami baligh, sebaiknya memang sudah tahu seperti apa cara membersihkan bagian reproduksi, agar saat mereka baligh sudah bisa merawat bagian penting ini

    BalasHapus
  7. Membicarakan tentang seksualitas di negara ini memang masih tabu. Tapi harus mulai dibicarakan sejak dini

    BalasHapus
  8. Seneng banget ada edukasi seperti ini untuk OYPMK dan disabilitas ya mbaa, apalagi untuk usia remaja kita sekarang, karena mereka butuh banget inii

    BalasHapus
  9. Dari semenjak dini atau jelang pubertas udah bisa disampaikan ke anak ya tentang HKSR ini, sehingga dapat pengetahuannya dengan tepat

    BalasHapus
  10. Bagi orang tua yang memiliki anak disabilitas sangat penting untuk mengetahui tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas ini ya mbak

    BalasHapus
  11. para OYPMK juga memiliki hak yang sama dalam semua aspek termasuk hak kesehatan seksual dan reproduksi, makasih buat sharingnya ya kak dengan begini kita bisa lebih paham lagi apa yang mereka butuhkan

    BalasHapus
  12. Ya Allah, sedih sekali ketika ada yang masih membully remaja OYPMK dan penyandang disabilitas. Dan pentin untuk mendapatkan hak yang sama dengan remaja lainnya mengenai kesehatan reproduksi.

    BalasHapus
  13. Acara yang kayak gini nih yang menarik, apalagi untuk masyarakat yang masih malu-malu atau males untuk ngebahas hal-hal yang kadang dianggap tabu untuk diperbincangkan.

    BalasHapus
  14. wah bagus banget ada wadah seperti ini. kita bisa meningkatkan literasi tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang selama ini masih tabu dibahas padahal penting banget.

    BalasHapus
  15. Talkshow nya KBR emang selalu bagus, topiknya menyentuk hal - hal yang banyak dianggap tabu padahal penting. termasuk edukasi seksual untuk oypmk dan remaja disabilitas ini.

    BalasHapus
  16. hal ini memang penting untuk terus disosialisasikan ya bund.. soalnya remaja disabilitas itu termasuk orang rentan juga. pernah ngerti ada aja orang jahat yang melecehkan penderita disabilitas. pencegahan bisa kita mulai dengan edukasi kesehatan reproduksi yang tepat

    BalasHapus
  17. Sex education seperti ini memang harus diajarkan ke anak, tentu dengan kurikulun atau bahan ajar yang sesuai umur. Penting banget soalnya info ini, apalagi yang menyangkut kesehatan kita semua.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik-baik ya teman-teman. :-)

Blogger Perempuan Network

Blogger Bengkulu